Selasa, 29 Maret 2011

Peran Pendidik dan Lembaga

1.   Peran Pendidik Sebelum Anak Bermain atau Sebelum Proses Pembelajaran
·        Sebelum anak bermain, Pendidik menyiapkan bahan & alat main yang akan digunakan sesuai rencana & jadwal kegiatan yang telah disusun untuk kelompok anak yang dibinanya.

·        Pendidik menata alat dan bahan main yang akan digunakan sesuai kelompok usia yang dibimbingnya.
·        Penataan alat main mencerminkan rencana pembelajaran yang sudah dibuat.
·        Menyiapkan kegiatan (sentra) pengaman bagi anak yang mempunyai kemampuan lebih dari teman-temannya.

2.   Peran Pendidik Saat Anak Bermain atau Saat Proses Pembelajaran Dilaksanakan
a.   Peran Pendidik dalam kegaitan penyambutan anak
·        Tiap hari ada petugas penyambutan anak yang dibagi bergilir dari para pendidik.
·        Anak-anak diarahkan untuk bermain bebas dulu dengan teman-temannya sambil menunggu kegiatan dimulai.
b.   Peran Pendidik dalam kegiatan Pembukaan
·        Pendidik menyiapkan seluruh anak dalam lingkaran
·        Peserta didik diajak dalam kegiatan melingkar untuk berdoa dan membaca ikrar lalu mengadakan pemanasan materi yang telah diberikan, dilanjutkan dengan kegiatan yang akan dilakukan.
c.   Peran Pendidik dalam kegiatan Bermain
·        Pendidik menyampaikan tema yang dikaitkan dengan kehidupan anak sehari-hari.
·        Pendidik memberikan pijakan sebelum bermain, lalu memberi contoh.
·        Dalam kegiatan bermain, pendidik berkeliling di antara anak, memberi contoh cara bermain pada anak yang belum bisa menggunakan alat / bahan. 
·        Memberi dorongan dan penghargaan berupa pernyataan positif tentang pekerjaan yang dilakukan anak
·        Memberikan bantuan kepada anak yang membutuhkan.

3.   Peran Pendidik Setelah Anak Bermain atau Setelah Proses Pembelajaran
Pendidik memberitahukan bahwa waktu bermain telah habis dan saatnya membereskan mainan.  Membereskan dengan melibatkan anak-anak.
Sebelum makan, pendidik mengajak berdoa sebelum makan, dan menghitung jumlah anak dan makanan yang tersedia.  Lalu menyebutkan satu nama masing-masing anak.  Pendidik menyebutkan bentuk, warna, bahan yang dipakai, cara pembuatan makanan.  Gizi yang dikandung dan siapa ynag membuat dan kaitkan dengan pelajaran yang telah diperoleh dan tema hari ini, jangan lupa anak-anak diberitahukan cara-cara makan yang baik dikaitkan dengan budi pekerti dan atau adat ketimuran.
Sebelum pulang, pendidik mengajak diskusi anak-anak tentang kegiatan yang telah dilakukan hari ini dan yang akan dilakukan esok hari.

4.   Peran Lembaga Dalam Mewujudkan Lembaga PAUD Kreativitas, Bersih, Sehat serta Ramah Lingkungan
a.   Lingkungan
Lingkungan disusun dan direncanakan sesuai dengan kegiatan dan jumlah anak.  Sedangkan fasilitas di luar ruangan dapat digunakan untuk kegiatan dan perkembangan motorik kasar anak.
b.   Tempat Belajar
Gedung tempat belajar mudah dijangkau orang tua / wali murid, aman, dan tenang serta memiliki surat-surat yang sah dan ijin dari instansi berwenang.
Ruangan belajar cukup untuk anak didik dengan vantilasi dan penerangan yang memadai.  Gedung belajar terdiri dari: ruang kantor, gudang, kamar mandi / WC anak, perpustakaan, tempat cuci tangan.
Tersedia perabotan seperti: meja, kursi, almari, rak untuk alat permainan, box, tempat tidur, kasur, telepon, perlengkapan adminstrasi, tv, radio, dan lain-lain.
c.   Sarana Belajar
Tersedia buku-buku cerita, alat peraga, boneka, tape recorder, VCD player, papan tulis serta alat tulis, papan flanel dan perlengkapannya.
d.   Alat permainan
Tersedia alat permainan luar: bak air, bak pasir, papan luncur, papan titian, ayunan, panjatan, kuda-kudaan, dll. Kemudian papan geometris, puzzle, balok, alat bermain peran, APE, berbagai alat musik daerah, kuas, dan mainan masak-masakan.
Alat permainan ini mudah dibongkar pasang, ukurannya aman, diletakkan di tempat yang mudah dijangkau anak, dirwat dan dibersihkan, tidak ada sisi-sisi yang tajam, kuat, kokoh dan tidak mudah patah, serta disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.
Semua alat permainan di atas disimpan di tempat yang aman, dikunci, dan di tempat yang tidak membahayakan anak.
e.   Bahan Ajar
Jenis bahan ajar yang ada adalah: playdough, kacang-kacangan, beras, pewarna, sabun (untuk cuci tangan), kanji, tepung terigu, tepung maizena, air, pasir.
Bahan ajar yang ada dipilih yang tidak beracun, tidak menyebabkan iritasi, dan tidak mengandung bahan kimia dosis tinggi.
f.    Pemeliharaan Kesehatan
Setiap hari lantai, meja, kursi, pintu, perabotan, dan perlengkapan di bersihkan dari debu.  Toilet dan kamar mandi serta tempat cuci dirawat agar tidak licin dan tidak membahayakan anak.  Tidak ada air tergenang agar terhindar dari sarang nyamuk dan berbagai penyakit lain.
Penjual makanan dilarang masuk gerbang sekolah, dan siswa setiap hari membayar iuran jajan Rp. 1.000,- yang dibuat wali murid secara bergilir.
Pendidik dan pengasuh diberi latihan sederhana penanganan bahaya kebakaran, anak sakit mendadak, kecelakaan, dan lain-lain.
PAUD Robbani bekerja sama dengan Puskesmas setempat menjadikan sebagai Posyandu.  Tiap 6 bulan sekali dilakukan kunjungan dokter gigi, penimbangan berat badan, imunisasi, dan pemberian Vit. A.
h.   Ramah lingkungan
Berkebun, i) bunga aneka warna: kamboja, lidah buaya, lidah mertua, wijaya kusuma, bougenvill, melati (menjadi pagar hidup).  Ii) aneka sayur: tomat, ketela rambat, cabe, singkong, pepaya, pisang .
Membuang sampah pada tempatnya dan menyediakan 4 bak sampah: sampah daun, sampah plastik, sampah sisa makanan, dan sampah botol.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar